Harga bensin murah seharga RP.372,- seperti judul diatas sayangnya tidak bisa didapat di Indonesia. Lha terus dimana donk???
Kebetulan hari ini saya sedang iseng-iseng membuka website Kompas lalu saya tertarik dengan judul “Bensin Hanya 400 Perak!” saya klik linknya eh dapatlah artikel yang kemudian saya tulis di blog saya ini. Saya pikir tadinya alternative bensin murah di Indonesia eh ternyata saya baru sadar kalau itu hal yang mustahil. Begini isi dari artikel yang saya baca di Kompas itu:
Rabu, 28 Mei 2008 | 11:04 WIB
Ingin bensin murah? pindah saja ke Venezuela, di negara Amerika Selatan itu, harga bensin tidak lebih dari Rp 400 per liter.
Melonjaknya harga minyak mentah dunia, membuat sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia yang katanya kaya dengan cadangan minyak menjerit, sehingga harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Namun berbeda dengan Venezuela, subsidi BBM menjadikan harga BBM di negara tersebut lebih murah dibanding sebotol air mineral. “Di Venezuela, harga susu dan terigu yang naik, bukan bensin,” kata Leandro Otero, pengemudi taksi di Caracas, usai mengisi penuh tanki bensin taksinya hanya dengan mengeluarkan 3 bolivars ( sekitar 1 dollar AS), tidak lebih dari Rp 10 ribu!
Upah minimum rakyat Venezuela 800 bolivars atau setara 370 dollar AS (Rp 3,4 juta) per bulan, harga seliter bensin hanya 0,1 bolivars (4 sen AS, sekira Rp 372 dengan kurs Rp 9.300 per dollar AS).
Rendahnya harga bensin membuat rakyat di negara penghasil minyak terbesar di Amerika Selatan itu langsung bereaksi begitu ada usaha untuk menaikkan harga BBM. “Jika minyak habis untuk 100 tahun, itu berarti kemujuran dalam 100 tahun,” kata Carlos Rosas, seorang warga Venezuela di Caracas.
Negara itu juga masih dihantui oleh “Caracazo”, peristiwa aksi unjuk rasa di ibukota Venezuela tahun 1989 yang menewaskan ratusan orang, karena memprotes Presiden Venezuela kala itu, Carlos Andres Perez, yang menaikkan harga BBM sebesar 50 persen.
Sudah lebih dari 9 tahun, Pemerintahan Presiden Hugo Chavez tidak menaikkan harga bensin, sehingga harga bensin di Venezuela, sangat murah bahkan dibandingkan dengan di Arab Saudi, penghasil minyak terbesar di dunia. “Kami tidak akan membiarkan kesempatan untuk mentransformasikan kekayaan minyak kami ke dalam pembangunan sosial,” sebut Chavez.
Menurut Jose Guerra, profesor ekonomi Central University of Venezuela, Untuk menjaga harga tetap rendah, BUMN minyak Venezuela, PDVSA harus mengeluarkan dana 19 miliar dollar AS setahun. “Terdapat persepsi di masyarakat, bahwa bensin merupakan milik semua orang, itulah alasannya kenapa anda tidak bisa mengenakan biaya sesuai ongkos nyata produksi. Sehingga terdapat subsidi yang sangat besar,” katanya seperti dikutip AFP.
Namun subsidi yang begitu besar, bukan berarti tidak mempunyai risiko, karena menurut Guerra, keuangan PDVSA harus menanggung semua ongkos subsidi tersebut.
Selain itu efek murahnya harga BBM bisa dilihat di Caracas, yang dipenuhi 1,8 juta kendaraan hanya untuk 4 juta penduduk. Padatnya kendaraan membuat kecepatan mobil di kota itu hanya 8 kilometer per jam. “Di Caracas, 80 persen jalan umum dipenuhi kendaraan pribadi yang membawa hanya 20 persen populasi,” sebut Leopoldo Lopez, seorang tokoh oposisi dan walikota Chacao di daerah Caracas. Tahun lalu, ia mencoba melakukan pembatasan kendaraan, namun hal itu tidak berlangsung beberapa bulan, sebelum akhirnya pengadilan membatalkannya.
Produksi setiap barrel minyak Venezuela hanya mengeluarkan uang 9 dollar AS, dan dijual 116 dollar AS. Setiap hari Venezuela mengekspor 2,8 juta barrel minyak mentahnya. Negara itu juga mempunyai cadangan minyak mentah yang sudah terbukti, sebesar 130 miliar barrel.
Bagaimana Indonesia?
Begitulah isi dari artikel Kompas itu. Kira-kira Indonesia bisa seperti itu nda ya???
DIarsipkan di bawah: Tahukah Kamu???







kecepatan cuma 8 kpj?
ga jadi pindah deh
mmm…. dulu juga cuman Rp 240 … Di sini
@edy
situ sih hobinya mbalap…
Bisa2, tapi gak tau, mungkin 100 taon lagi
bisa kl mau…
Venezuela bukanlah sebuah negara yang layak dicontoh menurut saya. Murahnya harga minyak di sana tidak diikuti oleh kesejahteraan masyarakatnya. Untuk apa harga BBM murah kalau hidup tetap susah?
hehe, venezuela..negeri telenovela
endonesa negeri….??
BBM mencekik banget emang …
@fisha17
100 tahun lagi mah bensin sudah ga ada mungkin…
@kw
gimana caranya mas???
@Rafki RS
bukan tuk dicontoh mas tapi tuk diketahui saja…
@nothing
endonesia negeri SINETRON…! benerkan???
gak nyambung deh…
@Rindu
setubuh…ehhh…setuju maksud saya mba…
@Suprie
klo dulu di Indonesia BBM seharga Rp. 240 maka disana bisa jadi BBM harganya Rp. 1 perak
senada dengan ucapan pak Kwik to?
kenapa rakyat kita yang miskin harus menanggung harga minyak sama dengan penduduk New York(yang penduduk termiskinnya tiap hari makan KFC), padahal minyak tersebut ditimba dari dalam perut ibu pertiwi sendiri….
aneh memang!
Tapi kan tapi kan Venezuela rakyat cuman ’semenel’ (alias jgn dibandingin ama negara kita), trus mereka kan salah satu pengekspor minyak terbesar didunia, jadi wajar donk…
di negara lain BBM naik malah gembira karena mereka udah punya suku cadang…dan sudah di antisipasi sebelumnya…nah negara kita yang justru bahan mentah nya ada di negri kita berlimpah tidak di manfaat kan
hmmm… mbayangin sambil termenung

pertamax berapa ya? mas edy langsung full tank kalo disana!
Tambahan, kalaupun di negara lain BBM naik, pasti kualitas publik servis nya juga naek
.
Kalo di indo.. BBM naik.. supir taxi, tukang ojek, mas2 bajaj sama knek jadi gampang esmosi
padahal indonesia sendiri merupakan negara penghasil minyak. tapi malah ikut menjerit..
@Ndoro Seten
memang aneh dan itulah indonesia negeri kaya nan aneh…:(
@Katroboy
terbesar didunia? yang benar penghasil minyak terbesar di benua Amerika mas
@Sakura
bukannya tidak mau dimanfaatkan tapi ndak mengerti gimana cara ngolahnya
@Slumun Slumun Slamet
”, mas Edy aja sudah siap pindah kewarganegaraan tuh tadinya.
wah bukan saya penjualnya jadi ndak tau berapa harga pertamax disana. Mas Edy bilang: “kecepatan cuma 8 kpj?
ga jadi pindah deh
@Sandymc
jangan gitu ahh mas, nanti orang indonesia ngelirik komennya bisa2 pada ngamuk lho
@cK
makanya lebih tepat tuh menghasilkan dan bisa mengolahnya juga
hello daniel, thx for visiting my blog
btw itu dulu jaman gw waktu masih kelas 1 SD or TK gitu, sering jalan2 ke kampung halaman, waktu di jalan, gw sering isi bensin, nah gw sempet inget waktu itu bensin harganya masih RP 300 dan solar RP 150, itu mungkin taun 1988 or 1989 gitu..
huff… sekarng mah harga bensin = cupu