Pengayom atau Preman?

Kamis, 22 Mei 2008 pukul 17.32 saya bertolak dari kantor menuju kontrakan saya. Seperti biasa saya melewati jalan Surabaya dari arah Cikini (sehabis mengantarkan teman sekantor saya) dengan kecepatan 40Km/Jam. Saya dan motor saya berjalan di sebelah kanan jalan kemudian saya menyalakan lampu sein kanan motor saya di pertigaan untuk menandakan bahwa saya hendak berbelok ke kanan. Sein itu saya nyalakan 10 meter sebelum saya hendak berbelok dan posisi saya saat itu sudah persis di sebelah paling kanan jalan, namun pas saya sudah mau berbelok tiba-tiba dari belakang sebelah kanan saya ada suara klakson yang dipencet berkali-kali dan panjang yang bagi saya hal ini menandakan ketidaksabaran ingin mendahului motor saya yang hendak berbelok ini, ya sudah akhirnya saya mengerem paksa motor saya sambil engine break agar tidak menabrak motor yang ngebut ingin menyalip saya tersebut. Setelah saya lihat motor itu ternyata motor bebek biasa yang dikendarai oleh seorang TNI dengan celana lorengnya dan sepatu bootnya yang khas. Setelah dia melewati motor saya tiba-tiba diapun menurunkan laju sepeda motornya sambil menengok kebelakang lalu melototi saya seakan-akan dia ingin bertanya:
“Kenapa gak suka? mau cari ribut lo sama gue?”
atau
“Berani lo lawan gue? gak liat nih klo gue ini tentara?”

Melihat gelagat yang kurang baik dari seorang aparat yang konon katanya sebagai pelindung rakyat itu maka saya tinggal pergi saja dengan hati dan pikiran yang kebingungan dan bertanya dalam hati:
“Apa salah gue ya?”
“sebenarnya siapa yang salah sih?”
“kayaknya gue gak salah deh?”
“dan kayaknya dia yang salah deh?”
“tapi koq malah dia yang melototi gue?”
“kenapa dia mau ngajakin berantem gue ya?”

Kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya saya alami. Saya bingung tugas ‘mereka’ itu sebenarnya sebagai pelindung rakyat atau preman ya?
Apakah teman-teman pernah merasakan hal yang sama seperti yang saya alami ini?
Kalau ada ayo ceritakan pengalaman kamu tersebut disini…

15 Tanggapan

  1. mungkin orang itu tentara abal-abal kali..:mrgreen:

  2. @ck
    hahaha…mudah-mudahan aja sih begitu biar image tentaranya nda jelek…

  3. baru jadi tentara kali:mrgreen:

  4. @edy
    mungkin sih…nah mas caplank punya pengalaman seperti ini nda? mas kan bikers juga toh…ceritakan donk kalau ada

  5. aaah itu cuma “mentang-mentang syndrome”.. baru kali jadi tentara.. hihihihi

  6. @chic
    iya mentang-mentang…

  7. merasa paling jago kali?

  8. DASAR APARAT Ke&^%#$@T
    POLISI Ba^&%$#*T

    BBM An&*^^%%^G

    Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik setinggi gunung
    Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Tercekik Harga-Harga
    Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik gak tanggung-tanggung
    Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Panik dimana-mana

  9. hhh udah biasa ya kek gitu… polisi, tentara, brimob suka sok jago..sok hebad..mual banget liatnya

  10. @wier
    iya jago ngelawan bangsa sendiri

    @indra1082
    wah lagunya bagus mas…kapan rilisnya?

    @tc
    tuuulllllll….

  11. Capek emang ngelawan TNI kaya gitu…btw, gak cuman TNI sih, orang-orang biasa yang kelihatannya lebih besar dan lebih tua dari saya pun juga kadang-kadang punya perilaku yang rada nge-Sok kaya gitu…napa ya? “Yang muda, yang tak dihormati”

  12. @andre
    “Yang muda, yang tak dihormati” kayaknya pernah denger tuh….:D

  13. hari gini masih ada saja orang yang kelakuannya gitu? belum kena batunya dia….

  14. sepertinya kejadian seperti itu emang sudah sering terjadi. mereka yang punya kekuasaan memang suka berbuat seenaknya sendiri

  15. waaa belagu tuh tentaranya,,iya tuh kayaknya tentara baru kemaren sore deh,,jadinya sok gitu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: