BELAJAR DARI KEPITING

Pasti banyak diantara kita yang tahu kepiting bukan? Anda suka kepiting? Atau anda tidak suka kepiting? Atau suka kepiting tetapi tidak mau makan kepiting? Cerita ini sebaiknya anda baca, karena cocok bagi yang suka kepiting maupun yang tidak suka kepiting termasuk juga cocok bagi yang tak mau makan kepiting……

Tahukah anda cara memancing kepiting? Memancing kepiting sangatlah mudah. Saya pernah memancing kepiting hanya dengan menggunakan kayu dari ranting pohon dan tali. Caranya yaitu mengikatkan tali ke ranting pohon tersebut, dan diujung tali itu saya mengikatkan sebuah batu kecil.

Lalu saya mengayunkan ranting tersebut agar batu diujung tali terayun menuju kepiting yang saya incar, saya mengganggu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar kepiting itu marah. Kalau itu berhasil maka kepiting itu akan menggigit tali atau batu itu dengan geram. Capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga saya leluasa mengangkat ranting dengan tali berisi seekor kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun perlahan ranting agar ujung talinya menuju ke sebuah wajan besar yang sudah saya isi dengan air mendidih karena dibawahnya itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala. Kami celupkan kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi memerah, tak lama kemudian saya bisa menikmati kepiting rebus yang sangat lezat. Kepiting itu menjadi korban santapan saya karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang saya lakukan melalui sebatang ranting, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang  jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena: MARAH. Kalau orang sedang dikuasai oleh kemarahan, maka biasanya ia tidak akan dapat berpikir secara jernih. Ia tidak mampu melihat hal-hal yang seharusnya menjadi pertimbangan sebelum ia mengambil tindakan atau keputusan.

Jadi jika anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, agar jangan sampai kita dikuasai oleh kemarahan itu. Lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik nafas panjang, kalau perlu cucilah muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar kemarahan itu menjadi reda dan kita bisa terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan hidup kita.

5 Tanggapan

  1. Iya, kalau kita bertindak pada saat marah biasanya malah menyesal karena kadang-kadang jadinya kita mengambil tindakan tanpa berpikir lagi.

  2. anger management?

  3. @itikkecil
    betul banget mbak, karena saat marah emosilah yang paling dominan di diri kita…😀

    @suprie
    wah wah wah…yang lagi belajar management waktu, perasaan dll commentnya pun juga management begini😀

  4. jaga emosi😀

  5. @kyai slamet
    benul……alias bener n betul…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: