Berubah atau Mati…

Tiba-tiba saya teringat dengan sebuah buku yang dulu pernah saya baca. Di buku itu ada sebuah ilustrasi yang menarik untuk saya tuliskan di blog ini. Semoga ilustrasi ini bisa menjadi motivasi bagi pembaca sekalian

Ilustrasi tersebut mengenai seekor burung, burung Rajawali. Anda tentu tahu burung Rajawali bukan? Burung Rajawali adalah burung yang sangat perkasa, karena kemampuan terbang Rajawali melebihi burung manapun di dunia ini. Rajawali dapat hidup hingga usia 70 tahun, suatu usia yang sulit dicapai oleh makhluk hidup bahkan manusia sekalipun di masa sekarang.

Tapi tahukah anda, bahwa saat usia ke-40 tahun adalah masa yang sukar bagi seekor Rajawali? Mengapa? Karena pada usia tersebut, Rajawali mengalami masa transisi fisik yang menentukan kelangsungan hidupnya. Berikut perubahan-perubahan yang terjadi pada seekor Rajawali saat usianya mencapai 40 tahun:

  1. Paruh burung Rajawali sudah menjadi sangat panjang dan  melengkung dan saking sangat panjangnya hingga hampir menembus lehernya sendiri.

  2. Cakar Rajawali juga menjadi sangat panjang dan tidak tajam lagi sehingga menyulitkan Rajawali untuk mencengkeram mangsa yang menjadi makanannya.

  3. Bulu-bulu yang menempel di seluruh tubuhnya semakin menebal sehingga membuat Rajawali kesulitan untuk terbang karena bulu-bulu tersebut menjadi sangat berat.

Jika Rajawali tetap bertahan dengan kondisinya tersebut maka sudah dapat dipastikan usianya tidak akan jauh dari 40 tahun saja.

Untuk tetap dapat bertahan hidup hingga usia 70 tahun, seekor Rajawali harus melakukan perubahan. Bukan perubahan yang biasa-biasa saja melainkan suatu perubahan yang sangat menyakitkan!

Pada usia ke-40 tahun Rajawali terbang ke tempat yang sangat tinggi untuk mencari tebing bebatuan. Mencari tempat seperti itu sangatlah menyulitkan bagi Rajawali saat usianya tersebut karena bulu-bulunya itu yang sangat lebat dan menjadi berat. Setelah Rajawali menemukan tempat seperti itu kemudian Rajawali menghantam-hantamkan berulang-ulang kali paruhnya tersebut ke bebatuan yang keras disana. Sekali menghantam bebatuan sekali pula ia mengeluarkan rintihan panjang yang menandakan kesakitannya yang bukan main rasanya. Ia melakukannya hingga paruhnya tersebut patah dan terlepas dari mulutnya.

Butuh waktu 3 s/d 4 bulan agar paruh barunya tumbuh kembali. Setelah paruh barunya tumbuh, ia mulai mematuk-matuki cakarnya hingga habis. Butuh waktu 3 s/d 4 bulan lagi untuk membiarkan cakarnya tumbuh kembali. Setelah cakarnya tumbuh, Rajawali mencabuti bulu-bulu yang menghinggapi seluruh tubuhnya itu hingga habis. Untuk memiliki bagian tubuh yang sempurna kembali  Rajawali membutuhkan waktu 1 tahun.

Hal-hal diatas itulah yang dilakukan seekor Rajawali agar bisa bertahan hidup hingga usia 70 tahun. Sama seperti kita, manusia. Seringkali kita dihadapkan dengan suatu situasi dan kondisi yang menuntut kita untuk berubah dari kebiasaan-kebiasaan kita, pola pikir kita, komunikasi kita, dan lain sebagainya.

Suatu perubahan memang sangatlah menyakitkan dan sulit dilakukan namun bila kita dapat berubah maka kita bisa menjadi manusia yang lebih baik bahkan mendekati kesempurnaan. Jadi siapkah anda untuk berubah di saat anda harus berubah???

Satu Tanggapan

  1. pertamaxx
    nice inpo gan, btw..sumbernya dari mana neh..!?!?
    valid ga,,…!?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: